Kiat Memilih Bahan Makanan Kualitas Terbaik

Sumber gambar: https://www.popmama.com/baby/7-12-months/freya-felia/haruskah-mpasi-si-kecil-terbuat-dari-bahan-organik/full

Makanan yang lezat dan sehat tidak tercipta begitu saja. Ada pakem tertentu agar masakan yang dihasilkan sesuai harapan. Lantas pengetahuan dasar apa saja yang perlu diketahui agar hasil masakan lezat dan sehat?

Sebelum turun ke dapur kita perlu menguasai pengetahuan dasar memilih makanan, perlakuan sebelum pengolahan hingga metode memasak, agar makanan sesuai dengan yang diharapkan dan terhindar dari kegagalan.

Makanan yang lezat diawali dari cara memilih bahan yang baik dan benar.

Berikut pedoman dasar dan ciri-ciri bahan makanan yang segar dan berkualitas baik.

A. Sumber Karbohidrat

Sumber karbohidrat banyak ragamnya, seperti beras,  mi, dan ubi-ubian. Beras yang baik memiliki butiran yang utuh, tidak banyak mengandung kotoran dan sekam, tidak berulat atau berkutu. Aroma beras khas dan segar, tidak apak. Warna beras mengkilat dan putih bersih.

Mie dan pasta biasanya dijual dalam kemasan. Perhatikan komposisi bahannya, pilih mi dan pasta yang tidak menambahkan bahan pewarna. Pasta dan mi segar yang baik bentuknya utuh dan tidak terlihat kusam. Perhatikan keutuhan kemasan. Jangan lupa untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa.

Umbi juga sumber karbohidrat yang potensial. Umbi yang biasanya digunakan sebagai sumber karbohidrat adalah jenis umbi kentang, singkong, dan ubi jalar. Ubi yang baik kulitnya mulus, tidak ada bekas lubang termakan ulat atau serangga, serta tidak ada bercak kehijauan di bagian kulit. Pilih umbi yang tua, umbi tua banyak mengandung pati sebagai sumber energi. Umbi tua ditandai dengan ukurannya yang besar dan tesktur umbi empuk jika dimasak. Umbi muda biasanya kurang empuk karena kandungan airnya yang masih tinggi.

B. Sumber Protein

Agar tercipta menu yang seimbang. Menu masakan harus mengandung unsur protein nabati dan hewani. Sumber protein hewani bisa berupa daging, ayam, ikan, telur, dan susu. Sedangkan sumber protein nabati biasanya berupa tempe, tahu, kacang-kacangan, biji-bijian, dan susu kedelai.

Memilih sumber protein hewani harus cermat. Pilih daging, ikan atau ayam yang segar. Daging dan ayam segar ditandai dengan warnanya yang merah segar, tidak ada bercak kebiruan, tidak berlendir dan aroma segar khas daging. Untuk jenis ikan, sebisa mungkin pilih ikan yang masih hidup. Jika terpaksa membeli ikan yang sudah mati, pastikan insangnya berwarna merah, matanya jernih, sisik utuh, aroma segar khas ikan, tidak berlendir berlebihan serta jika ditekan daging ikan akan kembali ke bentuk semula. Ciri-ciri ini menandakan ikan masih segar.

Sumber protein hewani lain yang sering dikonsumsi adalah susu dan telur. Telur segar ditandai dengan bentuk cangkang yang utuh atau tidak retak dan tidak ada kotoran yang menempel. Jika dipecahkan, kuning telur masih utuh dan bulat serta putih telur masih kental, tidak encer.

Tempe, tahu, dan kacang-kacangan adalah sumber protein nabati yang baik dan sehat karena tinggi protein dan rendah kolesterol.

Tempe segar ditandai dengan jamurnya yang berwarna putih bersih dan strukturnya kompak. Jika dipotong bijinya terlihat utuh dan tidak ada campuran dari bahan lain. Tempe segar juga ditandai dengan aromanya yang segar dan tidak tengik. Memilih tahu sedikit berbeda, tahu segar aromanya tidak asam atau beraroma busuk, tidak berlendir dan kenyal.

C. Sumber Vitamin, Mineral, dan Serat 

Sumber utama vitamin, mineral, dan serat terdapat dalam sayuran dan buah. Pilihlah sayuran segar, yang ditandai dari warnanya yang masih segar dan tidak layu. Sama halnya dengan buah, buah yang segar juga terlihat dari karakteristik fisiknya yang utuh, segar, dan tidak terlihat kusam atau keriput.

Sumber: https://sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/memilih-bahan-berkualitas-baik.html

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *